Apple Sebut Jon Prosser Tak Kunjung Penuhi Proses Discovery, Kasus Bocoran iOS 26 Kian Alot

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 00:48:01 WIB
Kuasa hukum Apple menyatakan Jon Prosser belum melengkapi materi discovery yang diminta dalam gugatan kebocoran iOS 26.

SULAWESI SELATAN — Gugatan Apple terhadap pembocor (leaker) Jon Prosser memasuki babak baru yang alot. Dalam laporan status bersama yang diajukan Rabu (16/7/2026) ke Pengadilan Distrik California Utara, kuasa hukum Apple mengaku telah berulang kali mencoba menghubungi tim Prosser terkait kekurangan materi discovery, namun tidak mendapat tanggapan sejak 6 Juli 2026.

Sebelumnya, Prosser telah menyerahkan dokumen dan komunikasi yang diminta, serta menjalani pemeriksaan (deposition) pada 16 Juni 2026. Namun, Apple menilai masih ada kekurangan dalam materi yang diserahkan dan telah memberitahukan hal tersebut secara resmi.

Kelahiran Anak Jadi Alasan Keterlambatan

Singkat sebelum laporan status diajukan, pengacara Prosser akhirnya memberi kabar. Penundaan tersebut disebut terjadi karena Prosser sedang menyambut kelahiran anak keduanya dan harus mengurus bayinya yang baru lahir. Pihak pengacara berjanji akan segera mencari jadwal baru bagi Prosser untuk melengkapi materi discovery yang tersisa.

Situasi ini kontras dengan terdakwa lainnya, Michael Ramacciotti. Apple menyebut Ramacciotti terus kooperatif sepanjang proses hukum dan telah setuju untuk melengkapi jawaban tertulis (interrogatory) serta menjalani pemeriksaan kedua pada September 2026.

Kronologi Kasus dan Pengakuan Prosser

Gugatan ini berakar dari insiden Juli 2025. Apple menuding Prosser dan Ramacciotti menyalahgunakan rahasia dagang terkait software iOS 26 yang saat itu belum dirilis, termasuk desain ulang Liquid Glass. Keduanya dituduh mengakses iPhone development milik insinyur Apple, Ethan Lipnik.

Prosser sempat beberapa kali melewatkan tenggat waktu respons, sehingga pengadilan mengeluarkan default judgment pada Oktober 2025 yang melarangnya membantah tuduhan Apple. Namun, pengacaranya berhasil mengajukan petisi untuk membatalkan putusan tersebut pada Juni 2026.

Setelah itu, Prosser secara resmi mengajukan jawaban pada 2 Juli 2026. Dalam dokumen tersebut, ia mengakui pernah bergabung dalam panggilan FaceTime di mana Ramacciotti menunjukkan fitur iOS yang belum dirilis. Namun, ia membantah bahwa apa yang dilihatnya merupakan rahasia dagang dan mengaku tidak tahu perangkat tersebut milik Lipnik.

Ancaman Injeksi Permanen bagi Konten YouTube

Apple tidak hanya menuntut ganti rugi finansial. Mereka juga meminta injeksi permanen yang melarang Prosser membocorkan rahasia dagang perusahaan lagi. Jika dikabulkan, putusan ini berpotensi menghentikan Prosser untuk memberitakan produk Apple yang belum dirilis—konten yang menjadi bagian signifikan dari kanal YouTube-nya.

Ketiga pihak dijadwalkan untuk mengajukan pembaruan status berikutnya ke pengadilan pada 7 Oktober 2026. Sampai saat ini, belum ada pernyataan resmi lebih lanjut dari Prosser maupun kuasa hukumnya mengenai perkembangan kasus ini.

Tags

Terkini