MAKASSAR — Penghargaan kategori Implementasi Program Tiga Juta Rumah membawa konsekuensi konkret bagi Makassar: 300 unit rumah yang akan diarahkan untuk program bedah rumah. Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menegaskan alokasi itu menyasar perbaikan hunian warga yang dinilai tidak layak.
"Itu 300 unit adalah bedah rumah," ujar Munafri usai menerima penghargaan.
Sementara pada kategori Akses terhadap Layanan Pendidikan, Makassar berada di posisi terbaik kedua dengan apresiasi senilai Rp 1,5 miliar. Kedua penghargaan diserahkan dalam ajang yang digelar Kemendagri di Hotel Claro Makassar.
Insentif Fiskal Berbasis Indikator Kinerja Daerah
Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian menyebut penghargaan ini bagian dari pemberian insentif fiskal kepada pemerintah daerah. Penilaian dilakukan berdasarkan sejumlah indikator kinerja pemda, bukan sekadar penilaian administratif.
Menurut Tito, ajang tersebut juga menjadi gambaran mengenai kinerja dan kompetensi kepemimpinan kepala daerah di Sulawesi Selatan.
"Dan juga ini menjadi bukti malam ini bahwa cukup banyak kepala-kepala daerah yang bagus-bagus," kata Tito.
Tito meminta pemerintah daerah yang menerima insentif memanfaatkan anggaran tersebut untuk memperkuat program yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
"Bagi yang sudah dapat, manfaatkan anggaran tersebut, pertahankan prestasinya," lanjutnya.
Pendidikan di Kawasan Kepulauan Jadi Prioritas Berikutnya
Munafri menyatakan dua penghargaan tersebut menjadi apresiasi atas upaya Pemkot Makassar memastikan layanan dasar dapat diterima masyarakat, khususnya sektor perumahan dan pendidikan.
"Pelayanan yang dilakukan pemerintah untuk memastikan layanan-layanan dasar itu bisa sampai dengan baik ke masyarakat," kata Munafri.
Di sektor pendidikan, Pemkot Makassar akan memperkuat layanan di wilayah yang masih menghadapi tantangan akses, termasuk kawasan kepulauan. Perhatian diberikan pada tenaga pendidik dan infrastruktur pendidikan di pulau terpencil.
"Bagaimana mengelola pendidikan yang ada di pulau terpencil, memperhatikan tenaga-tenaga pendidik, infrastruktur pendidikan. Ini yang harus kita genjot untuk memastikan layanan ini benar-benar bisa diterima manfaatnya oleh masyarakat yang ada di Kota Makassar," jelasnya.
Gerakan ASRI dan Kesehatan Masuk Radar Selanjutnya
Selain pendidikan dan perumahan, Munafri mengatakan Pemkot Makassar akan memperkuat pengelolaan sampah dan lingkungan melalui gerakan ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah), serta peningkatan akses dan kualitas layanan kesehatan masyarakat.
"Pemerintah Kota Makassar terus akan meningkatkan pola-pola pelayanan yang ada. Tadi ada tentang gerakan ASRI. Ya kita akan mencoba bagaimana kita mengelola lingkungan yang ada di Kota Makassar. Yang lain juga harus ditingkatkan," ujarnya.
Bagi Makassar, dua penghargaan ini menambah daftar capaian daerah di Regional Sulawesi sekaligus mengunci alokasi anggaran untuk sektor perumahan dan pendidikan pada periode berikutnya.