JEMBRANA — Suasana duka menyelimuti kediaman keluarga Mangku I Wayan Biantara di Banjar Mekarsari, Desa Perancak, Kecamatan Jembrana, Bali, sejak Senin (31/8/2026). Putra sulungnya, I Komang Tedy Arsa Bintara, meninggal dunia setelah kendaraan yang ditumpanginya mengalami kecelakaan dengan truk trailer di Jalan Timehri, Guyana.
Kecelakaan yang terjadi pada Jumat (27/8/2026) waktu setempat itu menewaskan dua pekerja migran Indonesia. Selain Tedy, korban lain bernama Edy Ansyori Sukri, warga Batam. Keduanya merupakan bagian dari rombongan pekerja migran Indonesia yang baru tiba di negara Amerika Selatan tersebut.
Kabar Terakhir Sebelum Kecelakaan
Mangku I Wayan Biantara, ayah korban, menuturkan bahwa komunikasi terakhir dengan anaknya terjadi saat Tedy baru tiba di Bandara Guyana. Saat itu, Tedy sempat menghubungi keluarga untuk memberi kabar bahwa dirinya telah sampai di negara tujuan.
"Dia telepon bilang sudah sampai di Guyana. Itu percakapan terakhir kami sebelum mendapat kabar duka ini," ujar Mangku I Wayan Biantara kepada keluarga dan kerabat di rumah duka.
Tidak ada firasat atau percakapan khusus yang menandakan kejadian buruk akan menimpa Tedy. Panggilan singkat itu hanya berisi kabar keselamatan selama perjalanan dari Indonesia ke Amerika Selatan.
Keluarga Menanti Proses Pemulangan Jenazah
Hingga saat ini, keluarga di Jembrana masih menunggu kepastian terkait proses pemulangan jenazah Tedy dari Guyana. Pihak keluarga berharap pemerintah melalui Kementerian Luar Negeri dan Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) dapat memfasilitasi seluruh proses kepulangan jenazah serta pemenuhan hak-hak korban sebagai pekerja migran.
Kecelakaan yang melibatkan truk trailer di Jalan Timehri, Guyana, ini menambah daftar panjang risiko yang dihadapi pekerja migran Indonesia di luar negeri, khususnya dalam hal keselamatan transportasi di negara penempatan.
Pihak keluarga di Banjar Mekarsari kini berharap proses administrasi dan pemulangan jenazah dapat berjalan lancar, sehingga Tedy bisa segera dimakamkan di kampung halamannya di Jembrana. Belum ada informasi resmi dari pihak kedutaan mengenai jadwal pasti pemulangan jenazah kedua korban ke Indonesia.